HASIL PENERJEMAHAN
Nama Siswa : Siti Zulfa Istikomah
Kelas : XI Agama 1
Pengarang Kitab Tafsir : At-Thobari
Surat : Al-Fatihah
Ayat : 6
| HASIL PENERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) | TAFSIRAN ASLI (BAHASA ARAB) | BUNYI AYAT |
| Panduan kami jalan yang lurus (6) "Ibadah" untuk (1) dan bahwa hak untuk bersama mereka, "Waspadalah," adalah setiap frase kata Pemula berita, dan menjelaskan putusan terhadap pelanggaran aturan "antara" sesuai dengan mereka, yang kita digambarkan sebagai mengatakan. * * * * * Katakanlah, penafsiran berkata: {}, membimbing kita. Abu Ja'far berkata: Arti dari kata-kata: (Tunjukilah kami jalan yang lurus), di tempat ini kita punya: dan membimbing kita untuk stabilitas itu, seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas: - 173 - Menjelaskan Abu krep, mengatakan: Katakan pada kami Utsman bin Saeed, mengatakan: Katakan kita manusia Ben Amara, mengatakan: Ceritakan kepada kami Abu galeri, untuk Dahhaak dari Abdullah bin Abbas, mengatakan: Jibril Muhammad saw: "Katakanlah, hai Muhammad, Panduan kami jalan yang lurus. " Mengatakan, terinspirasi oleh cara-Hadi (2). Dan inspirasi padanya, itu berkat untuknya, seperti kita mengatakan dalam penafsiran. Dan makna makna rekan dari kata-kata: "Waspadalah kita gunakan," dalam masalah keberuntungan Tuhannya untuk ketekunan untuk bekerja ketaatan, dan cedera benar dan salah seperti yang diperintahkan kepadanya dan melarang dia sepanjang hidupnya, tanpa apa yang telah berlalu karya-karyanya, dan untuk menghilangkan di muka usianya. Seperti dalam ungkapan: "Waspadalah kita gunakan," pertanyaan bantuan dari Tuhannya pada kinerja yang mungkin biaya dirinya ketaatan-Nya, dalam sisa hidupnya. Apakah arti dari kata-kata: Wahai waspadalah ibadah saja tanpa mitra untuk Anda, tulus apa yang Anda beribadah tanpa dewa dan berhala-berhala Miswak, Voana untuk menyembah, dan apa Ovguena __________ (1) berarti bahwa kebutuhan kedua pertama mereka sebagai kebutuhan, dan karena itu harus diulang. Konteks ungkapan, "diketahui bahwa kebutuhan setiap kata .... Dan itu diketahui atau untuk menjadi benar dengan mereka .... Itu Pena ...." Untuk paragraf terakhir. (2) Pernyataan berikut secara penuh menceritakan nomor 179 | " نُعْبد " إليها (1) وأنّ الصواب أن تكونَ معها " إياك "، إذْ كانت كل كلمة منها جملةَ خبرِ مبتدأ، وبيّنًا حُكم مخالفة ذلك حُكم " بين " فيما وَفّق بينهما الذي وصفنا قوله. * * * القول في تأويل قوله : { اهْدِنَا } . قال أبو جعفر: ومعنى قوله:( اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ )، في هذا الموضع عندنا: وَفِّقْنا للثبات عليه، كما رُوي ذلك عن ابن عباس:- 173 - حدثنا أبو كُريب، قال: حدثنا عثمان بن سعيد، قال: حدثنا بشر بن عمارة، قال: حدثنا أبو رَوْق، عن الضحاك، عن عبد الله بن عباس، قال: قال جبريل لمحمد صلى الله عليه : " قل، يا محمد، اهدنا الصراط المستقيمَ ". يقول: ألهمنا الطريق الهادي (2) . وإلهامه إياه ذلك، هو توفيقه له، كالذي قلنا في تأويله. ومعناه نظيرُ معنى قوله: " إياك نستعين "، في أنه مَسألةُ العبد ربَّه التوفيقَ للثبات على العمل بطاعته، وإصابة الحق والصواب فيما أمَره به ونهاه عنه، فيما يَستَقبِلُ من عُمُره، دون ما قد مضى من أعماله، وتقضَّى فيما سَلف من عُمُره . كما في قوله: "إياك نستعين"، مسألةٌ منه ربَّه المعونةَ على أداء ما قد كلَّفه من طاعته، فيما بقي من عُمُره. فكانَ معنى الكلام: اللهمّ إياك نعبدُ وحدَك لا شريك لك، مخلصين لك العبادةَ دونَ ما سِواك من الآلهة والأوثان، فأعِنَّا على عبادتك، ووفِّقنا لما __________ (1) يعني أن حاجة الأولى منهما كحاجة الثانية ، فلذلك وجب تكرارها . سياق العبارة : "فكان معلومًا أن حاجة كل كلمة . . . وكان معلومًا أم الصواب أن تكون معها . . . وكان بينًا . . . " إلى آخر الفقرة . (2) يأتي بتمامه وتخريجه برقم 179 . | اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar